Tuesday, May 08, 2007
Kisah kecilku dulu untuk si kecilku 2:52 PM
Waktu kecil dulu, aku senang sekali jika, ibu, kaka atau siapa saja membacakan buku untukku atu medongeng tentang kisah apa saja. Pasti akulah pendengar paling setia. Ada beberapa kisah yang sangat menempel di kepala dan hati ini, bahkan beberapa kisah itu sebagian besar membentuk sifat dan sikapku kini.Aku sadari itu merupakan upaya mereka dalam menanamkan nilai-nilai yang mereka ingin tumbuh dalam diriku. Dan baru setelah dewasa aku sadari bahwa cerita yang mereka sampaikan mempunyai nilai yang tinggi sekali, sampai - sampai cerita2 para sufipun mereka sampaikan tentunya dengan bahasa yang sesuai umurku saat itu.Sekarang aku merasa kesulitan untuk mentransfer semua itu pada anak-anakku, hingga aku menyadari bahwa aku harus lebih banyak belajar, dan belajar.Seperti yang sederhana saja, pasti semua ingat kisah kancil yang mencuri ketimun, bahkan ada lagunya, kisah itu menanakan nilai bahwa mencuri itu tidak baik, ada kisah2 lain yang aku lupa judulnya isinya menanamkan bagaimana berbagi dengan tulus, memberi tanpa berharap balas, kisah untuk respect terhadap orang lain, kisah untuk menumbuhkan rasa berani, berjiwa besar bahkan kisah perjuangan.Jadi kegiatanku sekarang membacakan buku tentang semua yang aku temui, pokoknya yang bisa mengasah kepandaian emosional, jiwa, termasuk nilai moral, maupun agama yang aku harapkan bisa diserapnya.Beruntung waktu aku jala-jalan untuk membeli buku di Yard Sale..kulihat ada satu seri-nya Joy Wilt Berry, bukunya bagus, ringan, mudah dimengerti oleh anak, bergambar dan menarik serta yang paling penting isinya, diantaranya, ttg (Help Me Be Good) dan beberapa lagi. Dengan tangkas aku ambil buku itu dan tanya pada seorang grandma yg nungguin Yardsale, dan kutanya berapa harganya, dia bilang $5 aku langsung bayar tanpa tawar lagi, tapi dasar bukan rejeki ya...tiba2 seorang ibu muda muncul... dan bertanya buku apa itu... ?? " Oh, No..!!, dia teriak, sambil say sorry sama aku dan ngambil buku itu, dan mengembalikan uangku, serta marah2 sama tuh grandma....ya...sedih juga seh.Seminggu kemudian aku dan temanku pergi ke booksale y diselengarakan salah satu library di Stratford,CT...dasar rezeki mataku langsung tertuju pada satu box dg label $1, tadinya ku pikir $1 per bukunya ternyata...ya ampun 1 dus $1 lumayan besar lai dusnya munkin dua kali dus Indomie ya...yang paling aku senang ada seri-nya Joy Berry yang aku mau...he...he...tersenyum puas lah...:D. Kejadian tsb sudah lama juga...dan Rafi sudah berulang2 membacanya, maksudnya aku yang baca, akhir2 ini dia minta diulang lagi dan ulan lagi, akhirnya aku yg bosan, aku bilang " lets talk storry abaout me when I was 4 years old "....jitu juga ternyata maka berceritalah aku tentang diriku yan akau ingat dan sisanya yang kutahu dari ibu atau tante atau kakakku tentang aku waktu seusia dia (Rafi)...ada kisah yang lucu yang bikin Rafi terpingkal-pingkal ada jua kisah sedihnya, bagaimana aku juga suka nakal dan bikin pusin ibu..dan aku dapat time Out or punish, tak laupa juga dengan bangga aku menceritakan bagaimana aku menjadi anak baik dan kebanggaan ortu...ha....ha.... (boleh dong...) ya...disitulah aku bisa selipkan sesuatu yg ingin aku sampaikan, Akhir2 ini aku malah sering mendongeng yang aku karang secara spontanitas (bukan tentang aku/bunda lagi) sesuai dengan tema yang dia minta. Dan anehnya aku bisa lancar aja bercerita tanpa terputus hinga selesai sambil dikepala terus berpikir apa nih yang bisa kita sampaikan untuk bekal hidupnya.Cerita karangan aku itu bisa berkembang dan semakin seru dan bersambung hingga malam-malam berikutnya menjelang dia tidur. Selama ini kulihat ama berpengaruh terhadapnya, dan aku membiarkannya bebas menjadi dirinya, aku hanya mengarahkannya saja. Aku ingin dia menjadi dirinya dengan segala kelebihan dan kekurangannya tapi tetap menjadi anak yang baik, orang yang baik, bijak, dan tegar nantinya. Begitu juga anakku yang lainnya. Amin.