Wednesday, May 30, 2007
"Good Morning Chinta" 7:16 AM
Munafik namanya jika aku bilang malam itu aku tidak menangis...karena aku menangis sediih sekali, yang kurasakan saat itu ketika gumpalan darah jatuh langsung ke tanganku, aku berpikir Ya...Allah ini calon bayiku, yg kelak jika hidup dia adalah anakku, malam ini aku harus kehilangannya....meski dia belum sempurna menjadi manusia karena belum Kau taruh roh kedalamnya, tapi dia sudah hidup hampir 3 bulan dalam perut ini,
Sekelebat muncul bayangan saat2 bahagia seisi rumah menyambut kedatangan sang baby yang suamiku selalu bilang si "Chinta" .
Terbayang kebahagiaan kami kalau sedang berkumpul pagi hari di tempat tidurku semua menyapa :
"good morning Chinta, assalamualikum, sedang apa diperut bunda de...?", semua berebut menyentuh perutku, termasuk Fira dan Ibe, lalu aku bilang...baby chinta mau dengar do'a...pasti Rafi lansgung menempelkan mukanya diperutku dan baca Syahadat, serta surat2 pendek, nanti Rafi bilang " dede Chinta Happy , she say thank you, and call me handsome", dan semua berebut tanya " How about me ?", and Rafi said "baby Chinta said, You pretty teteh Fira, you, geulis mommy, you handsome Ibe...and you Bappup ayah...he...he"....dia suka ngeledek ayahnya dan kalau sudah gitu habislah Rafi dikitik2 ayahnya dan kita tertawa bersama...bahagia sekali...
Kalau Ibe lebih senang mengekspresikan rasa kebahagianya lewat mata dan cahaya muka serta mengelus-elus perutku.
Sementara Fira sudah berkhayal punya ade perempuan, dan dia jadi rajin bantu aku kalau aku lagi mabok dan mual.
Kalau ayahnya seneng membayankan punya bayi cute, dan sering sekali bilang ini ; " Bun...kalau Rafi dah sekolah kamu masih punya temen yg di rumah kan ada chinta yang bisa diereget2in..., wah kita mesti make van terus don kalo mo jalan2 ...seru ya pasukan kita jadi rame....aku cuma berucap Amien...
Gleseer....semua khalayan dan mimpi itu hanyut bersama derasnya darah yang keluar....mata ini banjir sudah, sedih dan perih...semuanya akan jadi tinggal kenangan, suamiku yang kelihatan lebih tabah coba menghiburku dan dipeluknya aku erat...aku yang cengeng ini makin keras menangis dan menangis , sudah cukup kuseka air mata ini, mohon ampun dan bertaubat dan kuikhlasankan semua ini, kuyakini ini yang terbaik dariMu, aku manusia yang hina yang dzolim mohon segala ampunan, serta dilindungi dari hati yang tidak ikhlas....
Pagi kemaren, 29 mei 2007, kami memastikannya ke Saint Rafael Hosp. Hasil USG juga menyatakan aku mengalami keguguran...tidak ada lagi air mata, semuanya sudah jelas dan iklhas sekarang, sambil mengelus kepalaku suamiku bilang...ya udah nanti kita bikin lagi yah...sambil senyum nakal....dassar...untung dr-nya nggak ngerti bhs. Indonesia, jadi dia ikut tersenyum jua waktu kita senyum....
Terima kasih ya Allah semuanya jadi serasa ringan.
Satu bukti yang yang Kau tunjukan Allah betapa besarnya kasih sayang Mu ..Kau hadirkan mereka orang-orang sekelilingku...Suamiku, anak2ku, kerabat, Tika, dan Rina yang merawatku bergantian, membawakan makanan, memberikan perhatian, mengurus anak2ku selama aku sakit, menghiburku, sehingga semua terasa lebih ringan...dan lebih tenang.....bahagia dan bangga memimiliki mereka.... Aku tak pernah sendirian....meski hidup jau di negeri orang.
Semoga Allah curahkan segala kebaikan bagi kalian semua. Amien.