Selamanya - Sheila Majid
<xmp> <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/18463766?origin\x3dhttp://bundachinta.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> </xmp>
Friends
Rina
Roro
Lia
Ophi-Bonn
WSAB
Molly
Teh Ina-Brisbane
Inta
Fifie
Yanti Wyant
Widi





October'05 November'05 January'06 February'06 April'06 June'06

July'06 August'06 September'06 Novembe'06 January'07 February'07 March'07

April'07 May'07 August'07 October'07 December'07 January'08 June'08
Wednesday, May 30, 2007

"Good Morning Chinta" 7:16 AM


Munafik namanya jika aku bilang malam itu aku tidak menangis...karena aku menangis sediih sekali, yang kurasakan saat itu ketika gumpalan darah jatuh langsung ke tanganku, aku berpikir Ya...Allah ini calon bayiku, yg kelak jika hidup dia adalah anakku, malam ini aku harus kehilangannya....meski dia belum sempurna menjadi manusia karena belum Kau taruh roh kedalamnya, tapi dia sudah hidup hampir 3 bulan dalam perut ini,
Sekelebat muncul bayangan saat2 bahagia seisi rumah menyambut kedatangan sang baby yang suamiku selalu bilang si "Chinta" .
Terbayang kebahagiaan kami kalau sedang berkumpul pagi hari di tempat tidurku semua menyapa :
"good morning Chinta, assalamualikum, sedang apa diperut bunda de...?", semua berebut menyentuh perutku, termasuk Fira dan Ibe, lalu aku bilang...baby chinta mau dengar do'a...pasti Rafi lansgung menempelkan mukanya diperutku dan baca Syahadat, serta surat2 pendek, nanti Rafi bilang " dede Chinta Happy , she say thank you, and call me handsome", dan semua berebut tanya " How about me ?", and Rafi said "baby Chinta said, You pretty teteh Fira, you, geulis mommy, you handsome Ibe...and you Bappup ayah...he...he"....dia suka ngeledek ayahnya dan kalau sudah gitu habislah Rafi dikitik2 ayahnya dan kita tertawa bersama...bahagia sekali...


Kalau Ibe lebih senang mengekspresikan rasa kebahagianya lewat mata dan cahaya muka serta mengelus-elus perutku.
Sementara Fira sudah berkhayal punya ade perempuan, dan dia jadi rajin bantu aku kalau aku lagi mabok dan mual.
Kalau ayahnya seneng membayankan punya bayi cute, dan sering sekali bilang ini ; " Bun...kalau Rafi dah sekolah kamu masih punya temen yg di rumah kan ada chinta yang bisa diereget2in..., wah kita mesti make van terus don kalo mo jalan2 ...seru ya pasukan kita jadi rame....aku cuma berucap Amien...

Gleseer....semua khalayan dan mimpi itu hanyut bersama derasnya darah yang keluar....mata ini banjir sudah, sedih dan perih...semuanya akan jadi tinggal kenangan, suamiku yang kelihatan lebih tabah coba menghiburku dan dipeluknya aku erat...aku yang cengeng ini makin keras menangis dan menangis , sudah cukup kuseka air mata ini, mohon ampun dan bertaubat dan kuikhlasankan semua ini, kuyakini ini yang terbaik dariMu, aku manusia yang hina yang dzolim mohon segala ampunan, serta dilindungi dari hati yang tidak ikhlas....

Pagi kemaren, 29 mei 2007, kami memastikannya ke Saint Rafael Hosp. Hasil USG juga menyatakan aku mengalami keguguran...tidak ada lagi air mata, semuanya sudah jelas dan iklhas sekarang, sambil mengelus kepalaku suamiku bilang...ya udah nanti kita bikin lagi yah...sambil senyum nakal....dassar...untung dr-nya nggak ngerti bhs. Indonesia, jadi dia ikut tersenyum jua waktu kita senyum....
Terima kasih ya Allah semuanya jadi serasa ringan.

Satu bukti yang yang Kau tunjukan Allah betapa besarnya kasih sayang Mu ..Kau hadirkan mereka orang-orang sekelilingku...Suamiku, anak2ku, kerabat, Tika, dan Rina yang merawatku bergantian, membawakan makanan, memberikan perhatian, mengurus anak2ku selama aku sakit, menghiburku, sehingga semua terasa lebih ringan...dan lebih tenang.....bahagia dan bangga memimiliki mereka.... Aku tak pernah sendirian....meski hidup jau di negeri orang.
Semoga Allah curahkan segala kebaikan bagi kalian semua. Amien.



12 Comments
Tuesday, May 08, 2007

Kisah kecilku dulu untuk si kecilku 2:52 PM


Waktu kecil dulu, aku senang sekali jika, ibu, kaka atau siapa saja membacakan buku untukku atu medongeng tentang kisah apa saja. Pasti akulah pendengar paling setia. Ada beberapa kisah yang sangat menempel di kepala dan hati ini, bahkan beberapa kisah itu sebagian besar membentuk sifat dan sikapku kini.

Aku sadari itu merupakan upaya mereka dalam menanamkan nilai-nilai yang mereka ingin tumbuh dalam diriku. Dan baru setelah dewasa aku sadari bahwa cerita yang mereka sampaikan mempunyai nilai yang tinggi sekali, sampai - sampai cerita2 para sufipun mereka sampaikan tentunya dengan bahasa yang sesuai umurku saat itu.

Sekarang aku merasa kesulitan untuk mentransfer semua itu pada anak-anakku, hingga aku menyadari bahwa aku harus lebih banyak belajar, dan belajar.

Seperti yang sederhana saja, pasti semua ingat kisah kancil yang mencuri ketimun, bahkan ada lagunya, kisah itu menanakan nilai bahwa mencuri itu tidak baik, ada kisah2 lain yang aku lupa judulnya isinya menanamkan bagaimana berbagi dengan tulus, memberi tanpa berharap balas, kisah untuk respect terhadap orang lain, kisah untuk menumbuhkan rasa berani, berjiwa besar bahkan kisah perjuangan.

Jadi kegiatanku sekarang membacakan buku tentang semua yang aku temui, pokoknya yang bisa mengasah kepandaian emosional, jiwa, termasuk nilai moral, maupun agama yang aku harapkan bisa diserapnya.
Beruntung waktu aku jala-jalan untuk membeli buku di Yard Sale..kulihat ada satu seri-nya Joy Wilt Berry, bukunya bagus, ringan, mudah dimengerti oleh anak, bergambar dan menarik serta yang paling penting isinya, diantaranya, ttg (Help Me Be Good) dan beberapa lagi. Dengan tangkas aku ambil buku itu dan tanya pada seorang grandma yg nungguin Yardsale, dan kutanya berapa harganya, dia bilang $5 aku langsung bayar tanpa tawar lagi, tapi dasar bukan rejeki ya...tiba2 seorang ibu muda muncul... dan bertanya buku apa itu... ?? " Oh, No..!!, dia teriak, sambil say sorry sama aku dan ngambil buku itu, dan mengembalikan uangku, serta marah2 sama tuh grandma....ya...sedih juga seh.

Seminggu kemudian aku dan temanku pergi ke booksale y diselengarakan salah satu library di Stratford,CT...dasar rezeki mataku langsung tertuju pada satu box dg label $1, tadinya ku pikir $1 per bukunya ternyata...ya ampun 1 dus $1 lumayan besar lai dusnya munkin dua kali dus Indomie ya...yang paling aku senang ada seri-nya Joy Berry yang aku mau...he...he...tersenyum puas lah...:D. Kejadian tsb sudah lama juga...dan Rafi sudah berulang2 membacanya, maksudnya aku yang baca, akhir2 ini dia minta diulang lagi dan ulan lagi, akhirnya aku yg bosan, aku bilang " lets talk storry abaout me when I was 4 years old "....jitu juga ternyata maka berceritalah aku tentang diriku yan akau ingat dan sisanya yang kutahu dari ibu atau tante atau kakakku tentang aku waktu seusia dia (Rafi)...ada kisah yang lucu yang bikin Rafi terpingkal-pingkal ada jua kisah sedihnya, bagaimana aku juga suka nakal dan bikin pusin ibu..dan aku dapat time Out or punish, tak laupa juga dengan bangga aku menceritakan bagaimana aku menjadi anak baik dan kebanggaan ortu...ha....ha.... (boleh dong...) ya...disitulah aku bisa selipkan sesuatu yg ingin aku sampaikan,
Akhir2 ini aku malah sering mendongeng yang aku karang secara spontanitas (bukan tentang aku/bunda lagi) sesuai dengan tema yang dia minta. Dan anehnya aku bisa lancar aja bercerita tanpa terputus hinga selesai sambil dikepala terus berpikir apa nih yang bisa kita sampaikan untuk bekal hidupnya.
Cerita karangan aku itu bisa berkembang dan semakin seru dan bersambung hingga malam-malam berikutnya menjelang dia tidur. Selama ini kulihat ama berpengaruh terhadapnya, dan aku membiarkannya bebas menjadi dirinya, aku hanya mengarahkannya saja. Aku ingin dia menjadi dirinya dengan segala kelebihan dan kekurangannya tapi tetap menjadi anak yang baik, orang yang baik, bijak, dan tegar nantinya. Begitu juga anakku yang lainnya. Amin.